Terlarang sudah


Tak mampu mata ku melirik mu meski sekejap…
Karena di depan ku sekarang telah ada seseorang yang ku lihat setiap sa’at…
Tak mempu memegang tanganmu meski hanya sekedar menyentuh
Karena sekarang ada orang yang selalu mendekap dan memelukku di kala susah dan senang
Tak mampu aku memanggil mu meski hanya sekedar menyapa..
Karena sekarang ada dia yang selalu mengajak ku bercanda tertawa dan mengisi hari ku

I can't do it

Langkah pasti ku melangkah ke depan..
pergi meninggalkan masa lalu ku..
meninggalkan dia.. dia yang ku sebut Kaka
langkah dan pandanganku kedepan
tapi seakan kaki dan pandangan ku di tarik tali yang sangat kencang
 Hingga aku harus selalu kembali ke belakang
melihat masa lalu ku dengannya.
kepastian ku melangkah, tergoyah ketika dia memanggilku
sangat berat untukku melangkah majuj
namun begitu ringan kakiku kembali berbalik padanya
Semua kemarahan.. kebencian...

Laugh Or Cry




Entah apakah perkata’an itu benar nyata adanya ..
Atau bahkan hanyalah sebuah mitos.
Mitos yang mengatakan bahwa…
Jikalah kita tertawa terlalu terbahak bahak dan tak henti-
hentinya kita tertawa.. maka di pastikan kita kan menangis nantinya..
  bahkan aku mengarang sebuah pepatah..

I am Nothing For you




Nothing … itu adalah aku…
Mungkin aku yang bodoh..
Bodoh karena selalu mengingat dia..
Dia yang tak pernah mengingatku ..
Bodoh karena selalu menganggap dia ada..
Dia yang tak pernah menganggap ku ada..
Dia yang tak pernah menganggap ku ada..
Bosan.. sangat bosan..

TUGAS POWER POINT

ini adalah idola ku Stefan William..... my favorite actor.. bagi yang juga suka sama stefan buka link ini yah...

Persahabatan Menyisakan Permusuhan

Tawa ... Tangis ... Senyum..
Hal itu selalu kita lakukan bersama..
Bersama kita
mengayuh sepeda.. menuju sekolah.. Penat.... Selalu kita lalui bersama..
Pulang Cepat adalah hal yang selalu kita inginkan,,
karena pulang cepat adalah peluang besar kita bermain bersama..
Capek.. Keluh kesah pulang sekolah kita lalui bersama..
Tapi semua itu.. Tak pernah terasa ketika semangat kita untuk bermain sangat besar...

Tangisan ku Lelucon mereka..

Air mataku seperti suara mereka..
Ketika air mataku mengalir..
Suara mereka terdengar mentertawakan ku..
Semakin deras deraian air mataku
Semakin keras mereka mentertawakan ku...
Aku terlihat lemah di hadapan mereka..
Aku terlihat sangat cengeng di hadapan mereka..
Aku kalah dengan permainan mereka..
Bahkan aku terlalu bodoh sampai mereka bisa mempermainkan ku..
Aku terlalu lugu sampai aku bisa terjebak dalam permainan mereka ..
Bahkan aku terlalu lemah.. Sampai aku menangis di hadapan mereka..
Tapi apa mereka merasa apa yang ku rasa..
Apa mereka meraskan sakit  seperti sakit yang ku rasa,,..